PENGARUH
PENGANGGURAN TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KOTA MALANG

 

 

 

 

 

 

NAMA KELOMPOK :

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.     
BUNGA GALUH N.M                    ( 201510180311083 )

2.     
ELOK FAIZA
ALBADRU             (
201510180311106 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN ILMU
EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI
DAN BISNIS

UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG

2017

ABSTRAK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 
Latar
Belakang

 

Masalah yang
dihadapi oleh negara berkembang saat ini selain masalah mutu pendidikan,
fasilitas, lapangan pekerjaan, adalah masalah penganggguran. Kurang tersedianya
lapangan pekerjaan yang memadai akan berimbas pada pengangguran yang
berkepanjangan.

Dalam masyarakat
yang mulai berkembang saat ini, pendidikan menjadi faktor yang utama, karena
dengan pendidikan yang tinggi diharapkan masyarakat akan mendapatkan pekerjaan
yang layak sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dengan kata lain, harapan
masyarakat jika lulusan sarjana akan berdampak pada tingkat kemapanan seseorang
dan memperoleh pekerjaan yang layak. Namun, terkadang lulusan strata/sarjana
juga ada yang masih menganggur. Dengan demikian bahwa jika ketimpangan akibat
tidak tertampungnya seseorang yang lulus dari sarjana. Dari situ kepercayaan
masyarakat akan terpatahkan bahwa lulusan pendidikan tinggi akan mendapatkan
pekerjaan yang layak, masyarakat akan kehilangan kepercayaan. Dengan merebaknya
issue pengangguran yang terdidik tersebut sebenarnya mengganggu sektor-sektor
pendidikan di negara berkembang, salah satunya Kota Malang.

Pengangguran adalah
seseorang yang akan atau sedang mencari pekerjaan, yang masuk dalam kelompok
usia angkatan  mencari pekerjaan. Yaitu
usia (15-64tahun). Seseorang yang tidak masuk dalam golongan pencari pekerjaan
contohnya adalah ibu rumah tangga, anak-anak yang sedang sekolah.

Kota Malang
merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur setelah Kota Surabya dan kabupaten/kota
lainnya.

Didapat dari
data BPS kota Malang. Di kota Malang sendiri tingkat pengangguran terbuka pada
tahun 2014 sebesar 30,851. Sedangkan pada tahun 2015 sebesar 29,606. Jadi
disini bisa dilihat bahwa tingkat pengangguran terbuka di kota Malang pada
tahun 2014 hingga 2015 menurun sebesar 1,245.

 

1.2                       
 Rumusan Masalah

 

Seperti yang telah diuraikan dari latar
belakang diatas. Maka ditemukan rumusan masalah, yaitu :

1.     
Pengertian
pengangguran

2.     
Apa
yang menjadi masalah pengangguran di Kota Malang

3.     
Dampak
pengangguran untuk Kota Malang.

4.     
Sajian
data pengangguran di Kota Malang tahun 2014-2015

 

1.3                       
 Tujuan Penulisan

Tujuan dari
penulisan ini yaitu :

1.     
Untuk
mengetahui definisi dari pengangguran.

2.     
Untuk
mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang.

3.     
Untuk
mengetahui kondisi pengangguran di kota Malang.

4.     
Untuk
mengetahui data pengangguran di kota Malang.

 

1.4                       
 Manfaat Penulisan

Dari penulisan
ini diharapakan dapat memperoleh manfaat, bagi:

1.     
Penulis

Dalam penulisan ini diharapkan dapat
menambah wawasan serta pengetahuan bagi penulis mengenai masalah pengangguran
yang berdampak kepada kemiskinan.

2.     
Teman-teman
Mahasiswa

Hasil daripada penulisan makalah ini
adalah dapat berguna, sebagai untuk mengetahui masalah tentang pengangguran
yang berdampak kepada kemiskinan. Hasil dari makalah ini juga dapat digunakan
untuk bahan pertimbangan tugas makalah selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 
Definisi
 Pengangguran

Pengangguran menurut
para ahli :

1.     
Sadono
Sukirno : pengangguran adalah suatu kondisi dimana seseorang yang masuk dalam usia
angkatan kerja dan ingin memperoleh pekerjaan, namun belum mendapatkan
pekerjaan.

2.     
Payman
J. Simanjuntak : pengangguran adalah seseorang yang tidak bekerja, dengan usia
angkatan kerja yang belum bekerja sama sekali. Atau bekerja hanya 2 hari selama
satu minggu. Dan berusaha untuk mendapatkan suatu pekerjaan.

Dari dua
definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengangguran adalah seseorang
yang akan atau sedang mencari pekerjaan, yang masuk dalam kelompok usia angkatan
 mencari pekerjaan. Yaitu usia
(15-64tahun). Seseorang yang tidak masuk dalam golongan pencari pekerjaan
contohnya adalah ibu rumah tangga, anak-anak yang sedang sekolah.

2.1 
Jenis
dan Macam Pengangguran

1.     
Pengangguran
Friksional

Pengangguran friksional adalah
pengangguran yang memiliki sifat sementara yang penyebabnya adalah halangan
waktu, kondisi geografis, kondisi antara pencari pekerjaan dan pembuka lowongan
pekerjaan.

2.     
Pengangguran
Struktural

Pengangguran Struktural adalah keadaan
dimana seseorang yang menganggur yang sedang mencari pekerjaan, tidak bisa
memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh pembuka lowongan.

3.     
Pengangguran
Musiman

Pengangguran musiman adalah keadaan
seseorang yang menganggur diakibatkan karena ada fluktuasi kegiatan
perekonomian dalam jangka pendek. Yang mengakibatkan seseorang harus berhenti
dari pekerjaannya dan menjadi pengangguran. Contohnya : seorang petani durian yang
sedang menunggu musim durian tiba.

4.     
Pengangguran
Siklikal

Pengangguran siklikal adalah seseorang
yang menganggur dikarenakan faktor dari naik-turunnya siklus perekonomian,
sehingga mengakibatkan permintaan akan tenaga kerja lebih sedikit dibandingkan
dengan penawaran pekerjaan.

 

Pengangguran bisa dibedakan  atas :

1.     
Penggangguran
sukarela (voluntary unemployment)

Pengangguran sukarela merupakan
seseorang yang menganggur untuk selang beberapa waktu yang cukup lama, karena
diharapkan mendapatkan pekerjaan yang baik.

2.     
Pengangguran
duka lara (involuntary unemployment)

Pengangguran duka lara adalah seorang pengangguran
yang tidak bekerja, karena sudah melakukan suatu usaha untuk mencari pekerjaan,
tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan.

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 
Jenis
Metode Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 
Pengertian
Pengangguran

Pengangguran
adalah seseorang yang akan atau sedang mencari pekerjaan, yang masuk dalam
kelompok usia angkatan  mencari pekerjaan.
Yaitu usia (15-64tahun). Seseorang yang tidak masuk dalam golongan pencari
pekerjaan contohnya adalah ibu rumah tangga, anak-anak yang sedang sekolah.

 

A.   
Jenis
dan Macam Pengangguran

1.     
Pengangguran
Friksional

Pengangguran friksional adalah
pengangguran yang memiliki sifat sementara yang penyebabnya adalah halangan
waktu, kondisi geografis, kondisi antara pencari pekerjaan dan pembuka lowongan
pekerjaan.

2.     
Pengangguran
Struktural

Pengangguran Struktural adalah keadaan
dimana seseorang yang menganggur yang sedang mencari pekerjaan, tidak bisa
memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh pembuka lowongan.

3.     
Pengangguran
Musiman

Pengangguran musiman adalah keadaan
seseorang yang menganggur diakibatkan karena ada fluktuasi kegiatan
perekonomian dalam jangka pendek. Yang mengakibatkan seseorang harus berhenti
dari pekerjaannya dan menjadi pengangguran.

Contohnya : seorang petani durian yang
sedang menunggu musim durian tiba.

4.     
Pengangguran
Siklikal

Pengangguran siklikal adalah seseorang
yang menganggur dikarenakan faktor dari naik-turunnya siklus perekonomian,
sehingga mengakibatkan permintaan akan tenaga kerja lebih sedikit dibandingkan
dengan penawaran pekerjaan.

 

B.    
Pengangguran
dibedakan  atas :

1.     
Penggangguran
sukarela (voluntary unemployment)

Pengangguran sukarela merupakan
seseorang yang menganggur untuk selang beberapa waktu yang cukup lama, karena
diharapkan mendapatkan pekerjaan yang baik.

2.     
Pengangguran
duka lara (involuntary unemployment)

Pengangguran duka lara adalah seorang pengangguran
yang tidak bekerja, karena sudah melakukan suatu usaha untuk mencari pekerjaan,
tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan.

 

4.2 
Masalah
Pengangguran di Kota Malang

Karena
tingginya angka dari pengangguran, peningkatan penduduk yang sangat tinggi
(ledakan penduduk), pendistribusian pendapatan yang kurang merata, dan
masalah-masalah yang lainnya di Indonesia. Menjadi sebagai salah satu penyebab
utama rendahnya mutu hidup penduduk di Indonesia. Namun, yang menyebabkan fakor
utama adalah rendahnya taraf kehidupan di kota yang berkembang adalah salah
satunya karena terbatasnya penyerapan sumber daya ( sumber daya manusia). Jika dibandingkan
dengan kota-kota yang maju. Dalam memanfaatkan sumber daya yang dilakukann
kota-kota berkembang adalah relatif lebih dibawah atau rendah. Daripada, yang
dilakukan di kota-kota maju. Ini dikarenakan kurangnya ketepatan dan
efektivitas dari pengguna sumber daya. Sumber daya (alam maupun manusia). Dua
penyebab utama tingkat rendahnya sumber pemanfaatan sumber daya manusia adalah adanya
tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran yang terselubung yang terus
menerus meningkat secara drastis.

Pengangguran
penuh atau terbuka, seseorang yang sebetulnya mampu bekerja. Namun, belum
mendapatkan lowongan dan kesempatan untuk bekerja, atau belum mendapatkan
pekerjaan sama sekali. Berdasarkan data dari BPS pada tahun 2014 jumlah
pengangguran terbuka di kota Malang berjumlah 30,851 . sedangkan pada tahun
2015 berjumlah 29.060 . ini membuktikan bahwa pengangguran terbuka di kota
Malang pada tahun 2014 hungga 2015 mengalami penurunan sebesar 1,245.

 

4.3 
Dampak
Pengangguran untuk Kota Malang

Kecenderungan
pengangguran terdidik di kota Malang semakin mengalami peningkatan, akan tetapi
upaya untuk memperluas kesempatan pendidikan. Dari pendidikan menengah sampai
pendidikan tinggi tidak boleh putus.. Makadari itu salah satu faktor lemahnya pendidikan
di Indonesia adalah sulit untuk memberikan pendidikan yang lebih bisa dan dapat
memupuk rasa profesionalisme seseorang dalam memikirkan masa depan berkariernya
atau masa depan untuk bekerja. Sekarang ini pendidikan di Indonesia menekankan
kepada teori-teori dan bukan langsung ke lapangan (praktek). Pendidikan sering
disampaikan dengan gaya yang monoton, sehingga membuat murid-murid lebih cepat
bosan. Sebaiknya, lebih ke pendidikan yang turun langsung ke lapangan.

Naiknya
angka inflasi dikarenakan tidak seimbangnya permasalahan permintaan dan
penawaran barang/jasa. Hal ini membuktikan melonjaknya laju inflasi di
Indonesia, khususnya di kota Malang lebih banyak dipengaruhi pada sektor rill,
daripada sektor moneter. Jika diambil kesimpulan tentang masalah ini bahwa, laju
inflasi tidak hanya ditentukan oleh faktor moneter. Namun, juga adanya faktor-faktor
fisik.

 

4.4 
Sajian
Data Pengangguran di kota Malang

Jumlah
pengangguran yang ada di kota Malang menurut BPS kota Malang, pada tahun 2014 jumlah
pengangguran terbuka adalah sebesar 30,851. Dari total jumlah penduduk pada
tahun 2014 adalah sebanyak 845,973 jiwa. Dan pada tahun 2014 jumlah
pengangguran sebesar 29,606. Dari total jumlah penduduk pada tahun 2015 sebesar
851,298 jiwa.

Data
dari BPS juga menyebutkan, tercatat bahwa jumlah pencari kerja yang  berpendidikan sarjana pada tahun 2014 mencapai
9,37%. Pengangguran berpendidikan diploma mencapai 0%, pengangguran
berpendidikan SMA 21,83%, SMK 28,80%, pengangguran berpendidikan SMP 20,59%,
pengangguran berpendidikan SD 10,79%, Tidak/belum lulus SD sebesar 8,62%. Dan pada
tahun 2015 pengangguran terdidik yang berpendidikan sarjana mencapai 987 jiwa,
Diploma sebesar 304 jiwa, SMK sebesar 858 jiwa, SMA sebesar 554 jiwa, SMP 101
jiwa, SD 34 jiwa.

Para
sarjana menganggur dikarenakan tidak memiliki keahlian dan bekal tambahan,
contohnya seperti kurang menguasai bahasa asing, membuat kerajinan. Pdahal kemampuan
tambahan tersebut merupakan nilai tambah bagi para pelamar atau pencari
pekerjaan. Sehingga untuk mengurangi jumlah pengangguran, Disnakersos
seringkali menggelar acara bursa kerja.